Menu Tutup

Jodohku dimana dan mitos jodoh itu tidak di sengaja

Jodohku dimana… jodohku siapa… kapan pasangan hidupku datang? Bukankah itu semua sudah ada yang mengatur?

Katanya sudah digariskan… sudah tertulis? Mitos mengatakan jodoh itu tidak disengaja. Benarkah? atau hanya lelucon saja.

Ketika seseorang telah melangsungkan pernikahan, tentu saja karena merasa telah menemukan jodoh atau pasangan hidupnya.

Saat itu pula ramai orang akan berbicara kalau itulah jodohnya. Walaupun mungkin mempelai wanita sudah berusia 3 kali lipat dari mempelai pria.

Kita dengan mudah bilang itulah jodohnya. Mau bagaimana lagi kalau memang sudah harus di pertemukan. Seperti itulah kita dengan enteng memvonisnya

Seseorang yang merasa mustahil untuk mendapatkan gadis idamanya. Pada akhirnya keajaiban berpihak kepadanya. Ia berhasil mendapatkanya.

Seperti pungguk merindukan bulan

Dan orang orang yang menyaksikan, akan berkata kalau sudah jodoh takan kemana. Seakan tak perlu lagi berusaha untuk mendapatkanya.

Dimanakah jodohku? siapakah gerangan jodohku?

Suatu hari saat kita mendengar kabar bahwa si A telah berpisah dengan pasanganya, kitapun akan bilang ” mungkin itu bukan jodohnya.

Atau “dia belum berjodoh, mungkin saja ini ujian untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik nantinya.

Sebenarnya jodoh itu apa? jodoh itu ada berapa?

Jodoh itu tidak disengaja

Seabagian dari kamu mungkin tak perlu susah susah untuk mendapatkan kekasih yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Tapi sebagian lagi mungkin ada yang merasa betapa susahnya untuk mendapatkan seseorang yang di sayanginya, yang ingin ia jadikan belahan jiwanya sampai akhir kehidupan ini.

Kukejar kau lari… kutunggu kaupun menunggu

Ada kisah cinta menarik yang merupakan kisah nyata dari beberapa orang yang pernah ku kenal.

Dulu aku pernah bekerja di sebuah perusahaan di Ibu kota Jakarta yang karyawanya imbang antara laki laki dan perempuanya.

Pada libur akhir pekan, aku biasanya main ketempat saudara saudaraku yang jaraknya lumayan jauh dari tempat kerja.

Hari itu aku pergi mengajak salah satu teman kerja perempuan yang yang usianya beberapa tahun lebih tua dariku.

Baca juga : Kisah sedih cintaku Nani oh Nani

Singkat cerita, aku kenalkan temanku itu pada teman temanku yang lain dan beberapa saudaraku.

Dan pertemuan yang singkat itu ternyata telah menjadi moment yang mengikat antara temanku dan salah satu saudaraku yang kemudian berakhir di pelaminan

Hingga kini mereka hidup harmonis dan telah dikaruniai 3 anak yang sudah besar besar, bahkan telah lulus kuliah

Ku temukan cintaku di bawah pohon kembang cempaka putih

kembang cempaka putih

Aku kecil hidup dikampung yang damai jauh dari kebisingan. Dikelilingi kebun kebun, bukit menghijau dengan aroma alam yang asri.

Aku kecil yang juga salah satu dari bagian generasi anak 90. Dimana generasi saat itu tanpa gadget.

Mainan tradisional, mainan seadanya itulah yang setiap hari membuat gelak tawa bahagia.

Dimusim kembang cempaka, aku tak mau kalah dengan yang lain. Memanjat pohon yang cukup tinggi hanya untuk mendapatkan kembang yang harum baunya.

Ya… kebiasaan anak anak sd sepulang sekolah langsung bermain main. Tanpa mempedulikan baju kebesaran merah putihnya belepotan.

Hari itu lelaki kurus kecil dan dekil tergesa gesa naik ke pohon cempaka putih yang cukup tinggi.

Satu satu satunya pohon cempaka dikampung ini yang bunganya sudah makin sedikit karena setiap hari kita ambil tanpa ijin. Walaupun di atas kandang sapi pemiliknya. Tapi boleh kok diambil siapapun.

Lelaki kurus itupun berebut diatas pohon tapi tanganya tak mampu menjangkau kembang yang dia inginkan.

Salah satu teman yang masih dibawah memberikan sebuah bambu panjang untuk menjangkau kembang kembang di ujung ranting.

Mungkin kamu sudah ada moment dengan calon jodohmu

Tapi nahas… Bambu sepanjang 3 meter itu terlepas dan mengenai kepala seorang gadis kecil yang berada di bawah pohon.

Gadis kecil itu tak menangis walaupun darah terus mengalir dari kepalanya. Lelaki itu panik bykan kepalang.

Semua yang diatas pohon berebut turun dan terus berlarian pulang kerumah masing masing. Bukan menolongnya.Ya karena memang anak anak selain panik tak tahu harus berbuat apa.

Waktu terus berlalu, lama tidak berani lagi kesana dan semuanya sudah terlupakan. sibuk dengan ,mainan ala anak 90 masing masing.

Hingga ketika dewasa, entah sengaja atau tidak gadis itu dipertemukan kembali dengan orang yang dulu hampir membuatnya celaka.

Ya dikota kembang. Keduanya sudah sama sama dewasa, dan tentu saja lama sekali tidak pernah ketemu.

Keduanya sepakat menjalin hubungan dan bercerita tentang masa kecil dibawah pohon cempaka itu sambil tertawa tawa.

Kini mereka sudah dikaruniai 2 anak laki laki. Saya rasa itu bukan mitos mistis kembang cempaka putih.

Di sekeliling kita banyak yang pada akhirnya berjodoh tidak disengaja bahkan hanya sebuah kebetulan namun langgeng.

Dibalik semua itu mereka juga pernah mengalami betapa susahnya mengejar cinta yang diinginkan. Tapi disisi lain terkadang juga sebenarnya di juga sedan dikejar seseorang.

Ya… semuanya seperti misteri dan biarkan cinta akan menjadi misteri

Tinggalkan Balasan