Menu Tutup

Kisah sedih cintaku Nani oh Nani

kisah sedih

Kisah sedih cintaku Nani oh Nani

Aku adalah seorang lelaki yang kini telah berusia menginjak kepala 4. Pastinya aku juga pernah muda seperti kamu, juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.

Aku bukanlah seorang lelaki yang gagah, macho ataupun ganteng. Tapi aku hanya cowok biasa yang masuk kategori “kelas” bawah dan jauh dari kata ganteng. Kecuali yang suka padaku.

Yang ingin ku ceritakan sebenarnya bukan perjalanan kisah cinta bersama pacarku. Tetapi bagaimana kacaunya saat aku merasakan jatuh cinta kepada seseorang.

kisah sedih

Ini kisah sedih cintaku

Dulu aku tinggal di kota Bandung sejak tahun 1997. Di kota kembang ini, aku bekerja pada salah satu perusahaan swasta yang karyawan dan karyawatinya lumayan banyak.

Aku mendapatkan pekerjaan di bagian produksi. Begitu juga kebanyakan teman lelaki ada di posisi produksi.

Namun sebagian besar kaum Hawa, mereka bekerja di bagian finishing, packing, serabutan dan lain lainya.

Setelah beberapa lama bekerja di perusahaan itu, sedikit demi sedikit aku mulai tahu nama teman teman kerjaku baik yang perempuan maupun yang laki laki.

Di bagian kerja team finishing, perasaanku nyangkut pada sesosok gadis yang sudah ku ketahui namanya sebut saja Nani.

Anaknya tampak pendiam, rajin, memiliki perawakan yang lumayan tinggi, berkulit putih dan memiliki rambut lurus sebahu dengan potongan segi

Aku memang belum mengenalnya. Bahkan berbicara denganya pun sama sekali belum pernah. Tapi begitulah yang namanya perasaan naksir itu memang dari pandangan mata tak mengenal siapa dan di mana

Hari hari yang memalukan sekaligus memilukan

Semakin lama, perasaanku semakin menggebu gebu saja. Namun aku tak bisa berbuat banyak. Aku minder, aku malu. Menyapapun aku tak berani.

Aku hanya bisa mecuri pandang dari kejauhan di mana aku bekerja. Dan yang membuatku kelabakan adalah saat aku asyik memandangi wajah cantiknya, tiba tiba dia melihatku.

Aku malu. Ingin rasanya kumasukan kepala ini kedalam kantong plastik, atau kubuang lewat ventilasi ruangan tempat kerja ini. Tapi kuteringat kalau aku harus bekerja.

Suatu hari aku berangkat kerja kesiangan. Bus karyawan sudah lewat mungkin beberapa menit yang lalu. Aku tahu itu karena teman teman kerja yang biasa menunggu sudah tidak ada satupun disana.

“carilah cinta sejatimu…menolehlah sesekali kebelakang… mungkin ada yang sedang mengagumimu”

Mau tidak mau aku harus berjalan sekitar 300 meter utuk mencari angkutan umum yang bisa mengantarkan kita ketempat kerja.

Entah rejeki nomplok entah apes, ternyata Nani pun masih disana sedang mencari angkutan umum. Dia juga kesiangan.

Sebenarnya aku sangat bahagia bisa kesiangan bareng, menunggu angkutan umum bareng dan berangkat bareng Nani.

Tapi nahasnya aku tak mampu menyapa sepatah katapun. Aku tak mampu bicara. Lidahku kaku… lidahku kelu.

Aku hanya terdiam dengan berjuta gemuruh rasa yang tak karuan. Mataku tak ingin berkedip untuk terus menatapnya.

Nani oh nani… kamu memang terlalu indah untuku… kamu memang terlalu cantik untuku… beradu mata denganmu pun aku merasa tak pantas. Tapi aku tak bisa membohongi hatiku yang dengan rasa yang berceceran seperti sampah di air comberan

Ku kejar kau kusembunyikan kepalaku

Saat pulang kerja tentu akan lebih sering berada dalam satu bus jemputan yang sama. Karena busnya hanya satu.

Dalam hati aku selalu ingin duduk ada di sebelahmu. Ingin selalu dekat denganmu… Ingin selalu melihatmu. Tapi semua tak guna

Kamu selalu membungkamku dengan dengan keindahanmu yang tak pernah berhenti ku kagumi.Ah… sudahlah. Akulah yang terlalu bodoh.

Tiba di tempat pemberhentian biasa, sebagian besar karyawan turun disana dan segera dengan arah jalan yang berbeda beda.

Mataku takan lepas darimu saat kau turun dan bergegas pulang. Tentu saja kamu takan pernah peduli dengan hatiku yang terus meronta ronta.

“kejarlah cinta sampai kau menemukanya…walau dalam cinta tidak selalu menawarkan bahagia..”

Bukan sekali atau dua kali aku mengikutimu dari belakang. Tapi sudah sangat sering kali.

Aku ingin berbicara denganmu sekali kali. Walau mungkin akhirnya mukaku lebam lebam karena kau terlalu keras menamparku. Ah.. peduli amat.

Yaaa semua itu hanya omong kosong saja. Faktanya ketika aku ketahuan menguntitmu, aku malah sembunyikan kepalaku. Malu…

Kalau emang berani, kenapa nggak ketika sedang ada kesempatan berdua denganmu aku ajak kamu ngobrol. Dasar pengecut

Lagu pelangi dimatamu dari Jamrud emang sangat pas porsinya untuku. Karena itulah aku hafalkan setiap detil lagu itu dari lirik sampai chor gitarnya. Karena lagu itu akan menjadi kisahku yang berulang ulang… entah sampai kapan

Aku tak peduli teman teman kerja mengejeku soal Nani.Mereka tahu karena ulahku yang bodoh.

Baca Juga :Motivasi Bijak Ketika Putus Cinta, Bersyukurlah

Karena sudah tak tahan, aku pernah menulis pada secarik kertas yang kuselipkan untuk Nani.

Apesnya kertas itu dibacakan oleh temanya di depan semua karyawan yang sedang bekerja. Duuuh malunya… ingin rasanya pergi ke WC dan kusimpan kepala ini disana.

Dan yang menambah sedih lagi ketika pulang kerja Nani tidak ikut bersama bus karyawan. Tapi dia pulang bersama Irvan seorang Adm perusahaan, bersama motor gagahnya. Aku… lah naik sandal jepit

Nani adalah bidadariku yang kini punya bidadari kecil

Sampai pada akhirnya perusahaanpun bangkrut karena krisis moneter 98. Semua karyawan di berhentikan tanpa tunjangan.

Aku tak bisa lagi menatap keindahan sang bidadari. Aku seperti mati rasa. Karena semua rasa sudah tumpah ruah dijalan yang yang tak berujung

Bertahun tahun aku menahan kangen, aku selalu membayangkan wajahnya, senyumnya, dan semua tentangnya

Butuh waktu bertahun tahun pula aku bisa melupakanya. Hingga aku sudah tak lagi menginginkanya.

Kini aku berani datang rumahnya. Karena aku sudah tak ada rasa. Cerita cintaku… kisah cintaku sudah berlalu…sudah 5 tahun silam. Aku ingin tahu bagaimana kabar Nani sekarang.

Saat aku mengetuk pintu, seorang gadis kecil yang cantik berusia sekitar 3 tahunan membukakan pintu. Dan disambut senyum Naniku yang kini sudah berubah. Walau wajahnya nyaris tak berubah. Masih cantik seperti dulu

Dia bercerita panjang lebar setelah perusahaan bangkrut itu. Lalu dia berkata..” tuh anak dia…tapi dia bohong janjinya mau nikahin aku… nyatanya?.. Kebutuhan buat anakpun dia nggak ngasih.

Aku menghela nafas berat…kulihat gurat kekecewaan dimatanya. Aku mengenal cowok yang sudah membohongi Nani dan meninggalkan janin di rahimnya yang kini usianya sudah 3 tahunan.

Aku mencoba menghiburnya dengan sepatah dua patah kata sambil ikut bermain dengan bidadari kecilnya..

Dan itu adalah pertemuan terakhirku dengan Nani. Karena waktu itu aku bekerja jauh dari tempatnya.

Kini… 20 tahun lebih semuanya sudah berlalu. Nani… oh Nani bagaimana kabarmu 2021 ini? semoga kamu sudah bahagia dengan orang yang kamu sayangi dan dia lebih menyayangimu lagi

Tinggalkan Balasan